BANGUN DAN HADAPI REALITAS

Posted by Estu Jalu Monday, November 12, 2012 0 comments
BANGUN DAN HADAPI REALITAS ini merupakan salah satu point dari Menciptakan Visi dan Strategi. Selain BANGUN DAN HADAPI REALITAS, masih ada KEPEMIMPINAN SEBAGAI STRATEGI, PONDASI KEPEMIMPINAN, PRESEPSI SEBAGAI STRATEGI, KESEDERHANAAN SEBAGAI STRATEGI, dan MENJADI YANG PERTAMA. Yang akan kita bahas kali ini adalah BANGUN DAN HADAPI REALITAS.

"Hampir semua prinsip strategis dan daya tarik yang berhasil bagi perusahaan besar juga dapat digunakan secara efektif untuk perusahaan kecil. Setiap strategi atau pembelajaran konsumen yang berhasil dalam suatu kategori produk tertentu biasanya dapat diterapkan dengan sukses pada produk lain yang tidak terkait, tetapi memiliki dinamika konsumen yang sama. Perusahaan-perusahaan papan atas mendidik para karyawan pemasaran mereka agar memiliki pengetahuan yang mendalam mengenai konsumen melalui kehidupan sehari-hari, melihat iklan-iklan di televisi, berjalan-jalan di pertokoan, atau berbincang-bincang dengan teman dan keluarga. Kegagalan untuk menyatakan dengan jelas manfaat bagi konsumen merupakan masalah terbesar di dunia pemasaran dewasa ini. Banyak perusahaan yang telah menghabiskan jutaan dolar untuk memberikan informasi mengenai perusahaan kepada konsumen, namun mereka tidak berhasil melakukan penjualan," kata Eric Schulz dalam bukunya The Marketing Game.

bangun dan hadapi realitas
Carol Loomis

Carol Loomis, editor majalah Fortune melakukan riset terhadap 150 perusahaan dalam tiga periode waktu, yaitu 1960-1980, 1970-1990 dan 1989-1999. Dalam masing-masing periode tersebut, hanya tiga atau empat yang mampu tumbuh 15% atau lebih. Sekitar 20 sampai 30 perusahaan meraih pertumbuhan 10% sampai 15%, 40 sampai 60 perusahaan mencapai pertumbuhan 5% sampai 10%, 20 sampai 30 perusahaan tumbuh 0% sampai 5% dan 20 sampai 30 perusahaan tidak tumbuh (menurun). Dengan realitas seperti itu, tidaklah mengejutkan jika perusahaan mulai melakukan sejumlah hal buruk untuk menaikkan laju pertumbuhan mereka.

Realitas merupakan inti strategi, "Meskipun para CEO tidak bisa melakukan semua hal dewasa ini, satu hal yang harus selalu mereka perhatikan adalah realitas pasar. Jika salah satu pakar pemasaran anda menemui anda dengan membawa sebuah produk baru, tanyakan berapa banyak produk serupa yang telah terlebih dahulu ada di pasar. Lalu, desak dia untuk menjelaskan mengapa konsumen mau membeli produk tersebut, bukan produk-produk pesaingnya. Tetapi sebelum dia pergi, ingatkan dia bahwa salah satu hukum pertama dari positioning adalah lebih baik menjadi yang pertama daripada menjadi yang lebih baik. Itulah realitas, bukan khayalan. Bangunlah, dan hadapi realitas" kata Jack Trout. "Pemasaran terlalu penting untuk diserahkan kepada departemen pemasaran," kata almarhum David Packard, salah satu pendiri Hewlett-Packard.

Intinya adalah, jika anda ingin berbisnis, maka seriuslah, jangan hanya setengah-setengah. Karena dalam bisnis kita "kecolongan" sebentar saja maka kita akan kalah saing dengan pesaing kita. Bangun dari mimpi, ini bukan mimpi, tetapi realitas, tancapkan tujuan anda dihati anda agar sukses dalam meraih apa yang anda inginkan. Tetap semangat dan tetap Belajar Bisnis ya.. 

Artikel Terkait:

0 comments:

Post a Comment