MEMULAI BISNIS TANPA UANG : BERMODAL KERAMAHAN

Posted by Estu Jalu Wednesday, November 7, 2012 0 comments


Dalam buku Success Adventures, Roger Konopasek bertutur tentang seorang koki panggilan bernama Hussein. Pada suatu malam restoran tempat ia bekerja, ia sendirian, ketika akan menutup restoran, Hussein melihat seorang pria berjalan menuju restorannya. Melihat restoran tersebut akan tutup, pria itu bertanya "Apakah mungkin ada makanan hangat bagi turis Australia miskin yang tengah tersesat dikota dan kelaparan ?" tanya pria tersebut. Tanpa berkedip, Hussein menyilakan tamunya untuk duduk dan mengerjakan permintaannya.

Sekembalinya dari dapur, ia mendapati ada tamu lain yang duduk sejauh dua meja dari turis Australia itu. Saat Hussein berbicara berbahasa Inggris, tamu itu hanya mengangkat bahunya tanda tidak mengerti. Tamu itu tidak dapat berbicara bahasa Inggris, tetapi memberi penjelasan dalam bahasa Arab. Hussein pernah belajar sedikit bahasa Arab disebuah sekolah Qur'an sehingga ia mampu menebak bahwa pria itu berasal dari Arab Saudi, tersesat dikota itu dan sangat lapar. Hussein kembali kedapur dan menyiapkan makanan segar untuk kedua kalinya. Sekembalinya keruang makan, ia merasakan kesunyian yang menyedihkan. Dua pria dewasa duduk didalam restoran kosong ditengah kesunyian, itu amat menyedihkan.

Hussein akhirnya memutuskan untuk menghibur kedua tamunya dengan duduk diantara keduanya, menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Arab silih berganti. Setelah beberapa menit terlibat percakapan, ia menemukan sesuatu yang menarik. Pria Arab tersebut mempunyai bisnis eksport import dan sedang dalam perjalanan pertamanya ke daerah ini untuk mencari transaksi baru, sementara pria Australia itu adalah pemilik peternakan domba yang besar. Pada saat itu, Hussein mencoba menghubungkan mereka berdua, Hussein menanyakan apakah si pria Australia berniat mengeksport dombanya ke Arab. Ia memperoleh jawaban berupa anggukan yang penuh semangat. Kemudian, ia kembali ke pria Arab itu dan bertanya apakah ia tertarik untuk mengimport domba segar yang lezat untuk bisnis Aji ketika ratusan ribu orang bertemu di Arab Saudi untuk berziarah ke tempat suci. Sekali lagi, Hussein memperoleh jawaban berupa anggukan yang penuh semangat.

Percakapan tiga arah itu pun menjadi lebih hidup, mereka bertukar alamat, negosiasi harga, bertukar nomor rekening yang ditulis diatas serbet. Setelah dua jam menerjemahkan dan bernegosiasi, kedua tamu tersebut berjabat tangan, saling menepuk bahu dan mengucapkan selamat tinggal kepada Hussein. Tiga bulan kemudian, Hussein membuka surat dari si pria Australia, pria tersebut berterima kasih karena Hussein menjadi penerjemah yang baik dan pengintai bisnis yang bermata tajam. Dalam surat itu, Hussein memperoleh cek senilai $20.000 yang merupakan bagian dari perjanjian itu. Keramahan dan keterbukaan mengubah hidupnya menjadi pengintai bisnis bermata elang.

Bagaimana, seru kan cerita diatas ? Nah, sekarang pelajaran apa yang dapat anda pelajari dari cerita diatas ? Silahkan tinggalkan jawaban anda dengan berkomentar di kotak komentar yang sudah disediakan, tetap semangat dan tetap Belajar Bisnis ya.. 

Artikel Terkait:

0 comments:

Post a Comment